Efisiensi Biaya Integrasi PPOB Lewat Alterra Bills
By
Andri
Published On
Menambahkan layanan PPOB ke dalam platform digital harus memikirkan efisiensi biaya integrasi. Semakin banyak produk dan biller yang ingin diintegrasikan, semakin besar pula kebutuhan biaya terhadap development, testing, maintenance, monitoring, dan operational support.
Bagi perusahaan yang ingin menyediakan banyak produk digital sekaligus, melakukan integrasi satu per satu dapat membuat kompleksitas teknis semakin tinggi.
Alterra Bills sebagai Biller Aggregator menyediakan lebih dari 3.000 SKU aktif dan koneksi dengan lebih dari 150 biller yang siap diintegrasikan. Pendekatan ini dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi biaya integrasi, terutama ketika kebutuhan produk terus bertambah.
Mengapa Integrasi Banyak Biller Bisa Menjadi Mahal?
Bayangkan sebuah perusahaan ingin menyediakan lima kategori produk digital seperti pulsa, token listrik, e-wallet, pembayaran tagihan, dan voucher digital. Jika perusahaan melakukan integrasi langsung dengan masing-masing penyedia, setiap koneksi dapat memiliki kebutuhan teknis yang berbeda.
Developer mungkin perlu mempelajari dokumentasi API, authentication, format request dan response, callback, error handling, serta mekanisme pengecekan status transaksi dari masing-masing provider. Ketika jumlah provider bertambah, pekerjaan tersebut tidak berhenti setelah integrasi pertama selesai.
Setiap koneksi juga membutuhkan proses maintenance dan monitoring. Artinya, biaya yang perlu diperhitungkan bukan hanya biaya development, tetapi juga biaya teknis yang muncul selama sistem digunakan.
Lewat Alterra Bills, bisnis cukup membangun satu koneksi ke Alterra Bills untuk mengakses berbagai produk yang tersedia dalam ekosistemnya. Alterra Bills kemudian menjadi penghubung antara platform bisnis dengan berbagai biller dan penyedia produk digital.
Biaya Tidak Hanya Pada Development Cost
Kesalahan umum dalam menghitung biaya integrasi adalah hanya melihat biaya awal. Misalnya, perusahaan menghitung biaya developer ditambah biaya implementasi adalah menjadi total biaya integrasi. Padahal dalam jangka panjang terdapat komponen lain.
Development Cost
Tim membutuhkan waktu untuk membuat koneksi dan menyesuaikan sistem internal dengan API provider. Semakin banyak provider, semakin banyak pekerjaan development yang diperlukan.
Testing Cost
Setiap integrasi membutuhkan pengujian. Tim perlu memastikan inquiry, payment, callback, error handling, dan status transaksi berjalan sesuai kebutuhan. Dokumentasi API Alterra Bills sendiri mencakup endpoint produk, transaksi, detail transaksi, serta berbagai kebutuhan billing dan payment inquiry.
Maintenance Cost
API dapat mengalami perubahan. Ketika perusahaan memiliki banyak koneksi langsung, perubahan pada masing-masing provider dapat membutuhkan perhatian developer secara terpisah.
Dengan pendekatan aggregator, perusahaan memiliki satu layer integrasi yang menjadi titik utama koneksi dari sisi platform.
Monitoring dan Operational Cost
Transaksi digital juga membutuhkan monitoring. Alterra Bills menyediakan Enterprise Dashboard untuk membantu partner memonitor transaksi secara real-time. Hal ini dapat membantu mengurangi kebutuhan bisnis untuk membangun seluruh fungsi monitoring dari nol.
Opportunity Cost
Ada satu biaya yang sering tidak terlihat. Ketika developer terlalu banyak menghabiskan waktu untuk membangun dan memelihara koneksi, waktu tersebut tidak dapat digunakan untuk mengembangkan fitur lain.
Dengan mengurangi kompleksitas integrasi, perusahaan dapat mengalokasikan lebih banyak resource untuk pengembangan produk dan customer experience.
Integrasikan Produk PPOB Lebih Efisien dengan Alterra Bills
Alterra Bills menyediakan Single API yang menghubungkan bisnis dengan berbagai produk PPOB dan digital melalui satu koneksi.
Dengan 3.000+ produk digital dan lebih dari 150 biller, Alterra Bills memungkinkan bisnis memperluas katalog tanpa harus membangun koneksi individual ke setiap penyedia produk.
Bagi perusahaan yang sedang membangun platform PPOB, fintech, e-commerce, retail platform, super app, maupun layanan digital lainnya, pendekatan ini dapat membantu menyederhanakan kompleksitas integrasi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan resource teknis.